Tampilkan postingan dengan label Iman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Iman. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 September 2021

TUHAN SUMBER KEMENANGAN

07.00 0

 “Daud mеnеmраtkаn раѕukаn-раѕukаn реndudukаnnуа dі Arаm-Dаmѕуіk. Orаng-оrаng Arаm іtu menjadi hаmbа Dаud dan wаjіb mеmbеrіkаn upeti kepadanya. TUHAN memberikan kеmеnаngаn kераdа Dаud kе mana pun dіа реrgі…. Dіа mеnеmраtkаn раѕukаn-раѕukаn реndudukаn di Edоm sehingga ѕеmuа оrаng Edоm mеnjаdі hаmbа Dаud. TUHAN mеmbеrі kemenangan kераdа Dаud kе mаnа pun dіа реrgі” 1 Tаwаrіkh 18:6, 13 (AYT) 

 

Kalau kita mеmbаса pasal ini mаkа 2 kali dіѕеbutkаn bahwa Tuhаn memberikan kepada Dаud kemanapun dia реrgі. Pertanyaannya аdаlаh mеngара dіѕеbutkаn kalimat іnі bаhkаn ѕаmраі 2 kаlі? 

 

Dаlаm gaya реnulіѕаn bаhаѕа Ibrаnі maka реngulаngаn іtu mеnunjukkаn реnеkаnаn уаng реntіng. Jika dikatakan bahwa Tuhan memberikan kеmеnаngаn kераdа Daud kemanapun dіа pergi ѕаmраі dua kali maka itu berarti bаhwа dіbаlіk kеmеnаngаn Daud аdа Tuhаn уаng bеkеrjа. Adа аlаѕаnnуа! Tеntu ѕаjа, kаrеnа Daud adalah ріlіhаn Tuhan dаn іа аdаlаh оrаng уаng berkenan kepada Allah. Dаn juga Allаh telah mеngіkаtkаn dіrі-Nуа раdа реrjаnjіаn уаng kеkаl dеngаn Dіа bahwa kеturunаn-Nуа уаіtu Kristus akan duduk di tаhtа-Nуа selamanya. 

 

image credit: by unsplash.com

Amѕаl  21:31  berkata, “Kudа  diperlengkapi  untuk  hаrі  peperangan,  tеtарі kеmеnаngаn аdа dі tаngаn TUHAN.” Tаngаn уаng diurapi diberkati ѕеrtа dіріmріn Tuhan аkаn menghasilkan kеmеnаngаn. Jаngаn bergantung kераdа kecakapan, pengalaman dіrі sendiri аtаu оrаng lаіn karena ѕuаtu ѕааt semuanya itu tіdаk аkаn bisa menolong. Bаhkаn uang уаng selama іnі mеnjаdі аndаlаn bаnуаk orang mеnjаdі tidak bеrdауа bаhkаn mеnghаdарі vіruѕ kесіl уаng bernama Cоvіd-19. Kаlаuрun оrаng уаng mеngаndаlkаn duіt mampu mеmbеlі rumаh ѕаkіt, nаmun toh bаnуаk yang tіdаk berdaya serta harus “berangkat” tеrlеbіh dahulu. 

 

Kаrеnа іtu аndаlkаn dan libatkan Tuhаn dalam setiap hаl yang kita lаkukаn. Tangan-Nya уаng реrkаѕа akan mеmbеrіkаn kemenangan dаlаm hidup kіtа. 

 

Sаdаrkаh kіtа bаhwа jіkа sampai ѕааt ini kіtа mаѕіh hidup bеrjаlаn bersama Tuhаn mаkа аdа kalimat реntіng yang hаruѕ kіtа раhаmі bаhwа kekuatan kіtа bukаn dari dіrі kіtа tetapi dаrі Tuhаn. Kіtа dіmаmрukаn dі dаlаm anugrah-Nya untuk bеrtаhаn menghadapi bаdаі kеhіduраn. Sebab Allаh tеlаh mengikatkan dіrіnуа melalui Krіѕtuѕ уаng mati dі kayu ѕаlіb dаn bаngkіt buаt kіtа maka Dia mеnуеrtаі kіtа dan mеmаmрukаn kіtа untuk menjalani kеhіduраn іnі. Kіrаnуа kіtа dіkuаtkаn dengan kеbеnаrаn ini dаn ѕеlаlu ѕеmаngаt mеnjаlаnі kеhіduраn kіtа. (DH) 

 

Quеѕtіоn: 

1. Mengapa Dаud ѕеlаlu mеnаng dalam ререrаngаn? 

2. Dаlаm реrіѕtіwа араkаh Dаud pernah mеngаlаmі kekalahan? Mengapa? 

 

Vаluеѕ: 

Orang уаng hеbаt іtu аdаlаh yang tіdаk mengklaim bаhwа kеkuаtаnnуаlаh уаng mеlаkukаnnуа. 

 

Kіngdоm Quоtе: 

Pереrаngаn tаnра Tuhаn аdаlаh kеkаlаhаn mutlаk. 


Read more...

Kamis, 22 Maret 2018

BAGAIMANA KITA MENJALANI HIDUP? | Renungan harian kristen

16.13 0
BAGAIMANA KITA MENJALANI HIDUP?


“Sadarkanlah kami akan singkatnya hidup ini supaya kami menjadi orang yang berbudi. Limpahkanlah kasihMu setiap pagi, agar kami gembira dan menyanyi seumur hidup.”_Mazmur 90:12, 14 (BIS)

Hari-hari ini di zaman now, ada banyak orang mengeluarkan biaya yg sangat besar agar bisa menikmati umur panjang. Mereka berupaya sedemikian rupa agar bisa awet muda dan kuat. Sudah ada penelitian untuk menemukan hal-hal apa saja yang bisa menyebabkan manusia berumur panjang dan kuat. Namun Firman Tuhan dengan jelas menyatakan betapa singkatnya usia manusia. Ada orang yang bertubuh sehat dan tampak kuat namun tiba-tiba ia meninggal. Sementara ada orang yang tubuhnya lemah dan kurang sehat malah berumur panjang. Kehidupan manusia bukanlah soal berapa lama ia hidup di bumi ini, namun bagaimana ia menjalani kehidupannya di bumi. Dan yang terutama adalah bagaimana menjalani kehidupan yang berkenan dan menyenangkan hati Tuhan.



Ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk menjalani kehidupan kita.

1. Sadar diri.
Hal penting yang tak boleh kita lupakan adalah menyadari bahwa kita hidup di bumi hanya sementara. Saat kita menyadari hal ini, maka kita akan berupaya melakukan hal-hal yang bermanfaat di masa kini dan masa kekekalan. Mari berfokus untuk membangun hubungan dengan Tuhan, karena hubungan kita dengan Tuhan akan berdampak kepada penerimaan diri kita sendiri dan hubungan kita dengan orang lain. Mari mulai mengerjakan hal-hal yang berdampak kepada kekekalan. Mari kita ubah cara kita berpikir dan bertindak. Kita harus menyadari bahwa yang kekal hanyalah Tuhan.

2. Pribadi yang berkarakter.
Memiliki kepribadian yang berkarakter Kerajaan Allah artinya memiliki nilai-nilai Kerajaan Allah yaitu LIGHT (Love, Integrity, Grace, Humility, Truth). Nilai-nilai Kerajaan Allah yang kita hidupi dan jalani akan menerangi orang-orang di sekitar kita. Menghidupi dan menjalani LIGHT berlangsung seumur hidup. Jadi, memiliki kepribadian yang berkarakter Kerajaan Allah merupakan perjalanan seumur hidup.

3. Bersyukur selalu.
 Sepertinya hal ini sudah sering kita dengar, dan seringkali kita sudah merasa melakukannya. Namun apakah kita benar-benar sudah bersyukur selalu? Orang yang bersyukur menyadari siapa dirinya di hadapan Tuhan dan manusia. Orang yang bersyukur berfokus untuk menyenangkan hati Tuhan, bukan manusia. Orang yang bersyukur tidak iri hati dan kecewa melihat orang lain diberkati Tuhan. Orang yang bersyukur tidak memusingkan apa kata orang tentang dirinya, namun memperhatikan dengan sungguh-sungguh apa kata Tuhan tentang dirinya. Sesungguhnya cara kita hidup di hari ini akan memengaruhi cara hidup kita di masa kekekalan. Bagaimana cara Anda menjalani kehidupan? (DW)

Question:
1. Mengapa kita perlu menjadi pribadi yang sadar diri dan berkarakter Kerajaan Allah?
2. Mengapa kita perlu bersyukur selalu?

Values:
Seorang Warga Kerajaan Allah seharusnya merupakan pribadi yang menjalani hidupnya dalam nilai-nilai Kerajaan Allah.

Bukan soal berapa lama kita hidup di bumi, namun bagaimana cara kita menjalaninya.


Baca juga: 


 
 
 



Read more...

Sabtu, 18 Oktober 2014

Yesus Adalah Penolong & Penghibur Yang Setia

20.00 0
“Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!” Mazmur 42:6

Seberapa banyak umat Kristen yang senantiasa berada dalam masalah? Tentu semua umat Tuhan akan menghadapi berbagai masalah selama kita masih hidup. Tidak ada satupun yang dapat hidup tanpa melalui masalah.
Yang paling penting adalah bagaimana kita menjalani dan keluar dari masalah itu? Apakah kita akan menggunakan kekuatan kita sendiri untuk berusaha keluar dari masalah tersebut? Apakah kita akan menggunakan cara-cara duniawi yang tidak berkenan kepada Tuhan untuk cepat keluar dari masalah tersebut?
Yosafat memberi kita pelajaran yang berharga bagi kita pada saat kita mendapat masalah dan tekanan yang begitu berat. Yosafat mengajarkan kita untuk berharap kepada Tuhan yang merupakan penolong dan penghibur yang setia.


Read more...

Jumat, 17 Oktober 2014

TAKUT AKAN TUHAN!

18.56 0

Baca:  2 Korintus 5:11-21

"Kami tahu apa artinya takut akan Tuhan, karena itu kami berusaha meyakinkan orang."  2 Korintus 5:11


Hingga sekarang masih banyak orang Kristen kurang memahami arti 'takut akan Tuhan'.  Mereka seringkali menyamakan seperti ekspresi ketakutan ketika melihat film horor atau hal-hal yang menakutkan lainnya.  Benarkah demikian?


     Takut akan Tuhan adalah sikap respek kita kepada Tuhan, sehingga kita memandang Dia dengan penuh kekaguman, penghormatan dan menghormati-Nya sebagai Tuhan karena kekudusan, keagungan, kemuliaan dan kuasa-Nya yang besar.  Takut akan Tuhan berarti kalau kita membuat pelanggaran kita akan segera minta ampun kepada Tuhan, karena Dia adalah Tuhan yang tidak berkompromi dengan dosa.  Takut akan Tuhan adalah jalan yang mengantarkan kita melihat kemuliaan Tuhan, sebab  "Sesungguhnya, mata TUHAN tertuju kepada mereka yang takut akan Dia,"  (Mazmur 33:18).
Read more...

Senin, 13 Oktober 2014

Kuasa Dari Puji-Pujian

19.08 0
Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka. Akan tetapi terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah; dan seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua” Kisah Para Rasul 16:25-26
 
Dalam perjalanan misinya di kota Filipi, Roma, Rasul Paulus dan Silas dimasukkan ke dalam penjara oleh orang-orang yang tidak suka dengan mereka. Bahkan sebelumnya Paulus dan Silas dikenakan hukuman dera. Tetapi hal ini tidak membuat mereka berkecil hati. Mereka tidak kecewa ataupun putus asa dengan keadaan yang menimpa mereka. Justru iman mereka semakin dikuatkan melalui keadaan ini. Mereka tahu bahwa segala sesuatu pasti terjadi seturut dengan kehendak Tuhan.
Read more...

Minggu, 20 November 2011

7 Senjata Ampuh Untuk Menghadapi Berbagai Masalah

15.42 0
Seorang prajurit tidak akan sembarangan dalam mempersiapkan dirinya untuk bertempur. Dia akan memperlengkapi dirinya dengan berbagai persenjataan sebelum maju berperang. Mulai dari pakaian perang (baju zirah), sepatu prajurit, helm prajurit, pedang dan perisai.




“Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu.” Efesus 6:13


Semua perlengkapan yang digunakan mempunyai tujuan yaitu untuk melindungi dirinya sendiri dari serangan musuh, memberi kekuatan ekstra dalam menghadapi serangan musuh dan juga sebagai senjata untuk menghancurkan musuh.


Tanpa perlengkapan perang yang memadai, maka sang prajurit akan dengan mudah dikalahkan oleh musuh, karena musuh tentunya tidak akan memberi ampun kepadanya dan menyerang dengan bertubi-tubi.

Saat ini kita tidak lagi bertempur seperti jaman dahulu. Peperangan kita bukanlah melawan manusia lagi, tetapi perbuatan si jahat/iblis yang senantiasa mengganggu dan ingin menghancurkan kehidupan kita.



“Karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.” Efesus 6:12

Walau begitu, kita juga memerlukan perlengkapan yang tepat untuk berperang melawan segala perbuatan dan tipu muslihat si iblis. Berbagai cara akan digunakan si iblis untuk menghancurkan kehidupan kita, baik itu melalui masalah di dalam hubungan orang tua dan anak, masalah dalam hubungan rumah tangga, masalah keuangan, masalah dengan atasan, bawahan maupun rekan sekantor, masalah kesehatan, dan masih banyak lagi masalah yang akan datang dalam kehidupan kita.

Si iblis akan berusaha mencuri damai sejahtera kita dan akan menghancurkan kehidupan kita, sehingga kita akan melepaskan kepercayaan kita dan menyerah kepada keadaan bahkan mencari jalan keluar melalui cara-cara yang tidak berkenan kepada Tuhan.

“Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis” Efesus 6:10-11

Kita harus tetap kuat dalam berbagai keadaan yang kita alami dan berdiri teguh dengan menggunakan perlengkapan senjata Allah.

Berikut ini beberapa perlengkapan yang dapat kita gunakan untuk melawan musuh:

1. Ikat pinggang kebenaran

Nyatakan kebenaran dalam setiap hal yang kita jalani. Nyatakan ya di atas ya dan tidak di atas tidak. Jangan mau berkompromi dengan dosa. Miliki integritas dalam diri kita dan berani untuk menegakkan kebenaran dalam kehidupan yang kita jalani.

2. Baju zirah keadilan

Bersikaplah adil terhadap sesama kita, jangan memandang muka dalam setiap perbuatan kita. Ingalah bahwa Tuhan tidak pernah memandang muka dan memilih-milih atas kehidupan kita. Nyatakanlah kasih kepada semua orang.

3. Kasut kerelaan memberitakan Injil damai sejahtera

Jadilah saksi dan teladan dalam kehidupan kita. Beritakanlah kabar baik melalui setiap tingkah dan laku kita. Sebarkanlah berita damai sejahtera bagi semua orang, sehingga mereka juga mengenal kasih Kristus.

4. Perisai iman

Jangan takut dan kuatir, gunakan iman kita untuk menangkis semua perasaan dan prasangka buruk. Perisai iman merupakan perlindungan kita terhadap setiap serangan si iblis. Setiap kali si iblis mempengaruhi pikiran kita dengan pikiran-pikiran negatif (panah-panah api), tangkislah dengan perisai iman. Percayalah bahwa Tuhan sanggup melakukan segala perkara. Tolak setiap pikiran negatif yang muncul dalam pikiran kita.

5. Ketopong keselamatan


Kristus menjadi dasar keselamatan hidup kita. Jangan lepaskan kepercayaan kita kepada Kristus, biarlah Dia yang menjadi pusat kehidupan kita. Biarlah Kristus yang senantiasa menaungi hidup kita, sehingga Dia akan melindungi kita di manapun kita berada.

6. Pedang Roh

Firman Tuhan merupakan senjata yang paling ampuh untuk menghancurkan musuh. FirmanNya sangat tajam bagai pedang bermata dua. Gunakan selalu pedang Roh yang sudah Tuhan sediakan bagi kita, yaitu Firman Tuhan, untuk melawan si jahat. Jangan lepaskan pedang Roh dari genggaman hidup kita. Bawa selalu Firman Tuhan, agar kita dapat menghancurkan si jahat kapan saja.

7. Berdoa dan berjaga-jaga


Doa merupakan nafas kehidupan kita. Doa juga merupakan komunikasi kita kepada Tuhan. Jangan pernah hidup tanpa berdoa. Jangan pernah melangkah tanpa berdoa. Berdoalah senantiasa, agar Tuhan senantiasa memberikan tuntunanNya bagi hidup kita. Melalui doa, kita akan menjadi semakin peka akan suara Tuhan. Dia akan menjagai kehidupan kita.

Bagai prajurit yang dengan yakin maju ke medan pertempuran oleh karena dia telah siap dengan segala perlengkapannya, maka kita akan dengan yakin maju menghadapi berbagai masalah kehidupan yang ada, karena kita telah menggunakan perlengkapan senjata Allah.

Dengan senjata-senjata yang telah diberikan bagi kita, maka kita dapat menghancurkan setiap pekerjaan si jahat yang ingin mengganggu kehidupan kita.

Raihlah kemenangan bersama dengan Yesus. Bersama Yesus kita lakukan perkara besar. Haleluya!
Read more...

Jumat, 04 November 2011

3 Rahasia Menjadi Prajurit Yesus Yang Tangguh

19.55 0
Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus.” 2 Timotius 2:3
Menjadi pengikut Kristus merupakan suatu panggilan yang begitu indah, karena kita tidak hanya menjadi jemaatNya yang hadir setiap ibadah hari Minggu saja, tetapi kita juga dipersiapkan untuk menjadi prajurit Yesus yang tangguh untuk menghadapi berbagai macam peperangan rohani dalam kehidupan kita.
Dalam Efesus 6:12 jelas sekali dikatakan bahwa hidup kita tidak hanya hidup secara jasmani saja (darah dan daging) tetapi hidup secara rohani dimana ada roh-roh jahat yang harus dilawan dan dipatahkan pekerjaannya yaitu dengan kuasa darah Yesus. Iblis selalu menjalankan siasat jahatnya melalui berbagai macam masalah dan cobaan bahkan melalui kenikmatan dunia untuk dapat menjatuhkan umat Tuhan. Tanpa ada perlawanan dari umat Tuhan, maka umatNya akan terseret jatuh dalam dosa.
*courtesy of PelitaHidup.com
Oleh karena itu kita harus menjadi prajurit Yesus yang tangguh agar dapat memenangkan pertempuranrohani ini. Tentunya ada harga yang harus dibayar untuk menjadi prajurit yang tangguh. Harus ada usaha yang kuat dan tindakan yang harus kita jalankan agar dapat menjadi prajurit yang baik.
Berikut 3 rahasia untuk menjadi prajurit Yesus yang tangguh:
1. Fokus Kepada Tuhan

Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya.” 2 Tim 2:4
Prajurit yang berjuang memfokuskan dirinya kepada peperangan yang sedang dihadapinya. Dia tidak boleh kehilangan fokus pada saat peperangan, karena begitu kehilangan fokus sesaat saja, maka dia bisa kehilangan nyawanya dan merugikan seluruh pasukan. Apa yang diperintahkan oleh komandannya akan dijalankannya dengan sepenuh hati tanpa pertanyaan ataupun keraguan sedikitpun. Prajurit akan fokus kepada perintah dan misi yang sedang dijalankan hingga misi itu dapat berhasil.
*courtesy of PelitaHidup.com
Demikian juga dengan kehidupan rohani kita, kita harus bisa memfokuskan diri kita kepada Tuhan dengan menyingkirkan segala keraguan, ketakutan, kekuatiran dan segala pertanyaan yang muncul dalam diri kita. Tuhan kita adalah komandan yang tahu persis tujuan dari perintah yang diberikan kepada kita. Dia tidak akan menjerumuskan kita dengan perintah-perintah yang diberikanNya bagi kita.
Ketika kita fokus untuk melakukan segala perintahNya dan percaya kepadaNya dengan segenap hati kita, maka kita akan dapat menyelesaikan ‘misi’ yang Tuhan sedang berikan bagi kita. Kita dapat menyelesaikan segala masalah yang kita hadapi.
*courtesy of PelitaHidup.com
Ketika kita mulai kuatir dengan kebenaran dari FirmanNya dan segala janji Tuhan bagi kita, maka musuh (si iblis) akan dapat dengan mudah mengalahkan kita dengan berbagai masalah yang menekan kita, sehingga kita tidak bisa mendapat jalan keluar dari masalah yang kita hadapi.
Hiduplah dalam kebenaran dan berkenan kepada Tuhan, maka kita akan menjadi prajurit yang baik di hadapanNya.
Sebab mataku tertuju pada kasih setia-Mu, dan aku hidup dalam kebenaran-Mu.” Maz 26:3
*courtesy of PelitaHidup.com
.
2. Disiplin
Seorang olahragawan hanya dapat memperoleh mahkota sebagai juara, apabila ia bertanding menurut peraturan-peraturan olahraga.” 2 Tim 2:5
Olahragawan tidak akan memperoleh mahkota sebagai juara jika dia tidak berlatih dengan sungguh-sungguh. Jika dia bermalas-malasan dalam berlatih, hari ini berlatih, besok tidak berlatih, kemudian hari berikutnya berlatih dan hari berikutnya lagi tidak berlatih, maka dia tidak akan menjadi juara. Tingkat kompetisi dalam suatu perlombaan/pertandingan/kejuaraan sangatlah tinggi. Semakin bergengsi suatu event pertandingan, maka semakin tinggi pula tingkat kompetisi yang ada. Dan tentunya intensitas latihan yang harus dilakukan juga harus lebih tinggi lagi. Untuk itu diperlukan yang disebut dengan kedisiplinan.
Kedisiplinan dalam berlatih akan memacu keterampilan dan kekuatan sang olahragawan sehingga dapat bersaing dengan ketat pada saat pertandingan. Kedisiplinan dalam berlatih juga akan meningkatkan stamina dalam bertanding.
Hal ini serupa dalam kerohanian. Kedisiplinan secara rohani juga sangat mutlak diperlukan agar kita sanggup melawan si ‘musuh’ yaitu iblis.
Ketika kita bermalas-malasan dalam membaca Firman Tuhan, doa pribadi, mengikuti ibadah/persekutuan dan lainnya, maka kekuatan tubuh rohani kita akan melemah. Kita dapat dengan mudah dikalahkan oleh tipu daya si iblis.
Tetapi ketika kita melatih tubuh rohani kita dengan rutin dan disiplin setiap hari-nya, maka tubuh rohani kita akan semakin kuat, semakin tangguh, semakin besar dan semakin tangkas dalam menghadapi ‘lawan’ kita yaitu iblis dengan siasatnya.
Disiplin dalam beribadah akan memacu kehidupan rohani kita sehingga kita dapat menjadi prajurit Yesus yang tangguh dan kuat.
“Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.” Ibr 10:25
.
3. Ketekunan
Seorang petani yang bekerja keras haruslah yang pertama menikmati hasil usahanya.” 2 Tim 2:6
Petani selalu menjalani pekerjaannya tanpa jemu-jemu. Mulai dari menyiapkan lahan untuk bertani, kemudian membajaknya, menanami dengan bibit tanaman, mengairi lahan pertaniannya, memberi pupuk, merawat, mengusir hama yang menggangu, hingga pada akhir musim dia akan menuai hasilnya. Sebelum hasil panen dijual, sang petani akan menikmati terlebih dahulu hasil yang dia dapat. Dia layak menikmati hasil kerja kerasnya selama satu musim tersebut.
Pekerjaan yang dia lakukan ini tidak membuat dia bosan, karena dari pekerjaan inilah dia mendapatkan penghidupan bagi dirinya dan keluarganya. Dia senantiasa tekun menjalankan pekerjaannya walau ditempa dengan panas terik tiap harinya, atau bahkan hujan yang tak menentu, mungkin juga gangguan hama yang dapat merusak tanaman dan lain sebagainya. Sang petani yakin bahwa apa yang yang dikerjakannya akan membuahkan hasil pada akhirnya.
Hubungan kita dengan Tuhan yang kita bangun setiap harinya, Firman Tuhan yang kita baca tiap hari dan kita praktekkan, doa yang kita naikkan tiap hari, ibadah yang senantiasa kita ikuti baik pada hari Minggu maupun tengah minggu, semuanya itu adalah sama dengan lahan pertanian yang sedang kita olah dan kita tanami dengan tanaman, yang kemudian kita pelihara hingga akhirnya kita panen hasil buahnya.
Mungkin ada waktunya pembacaan Firman Tuhan menjadi sangat membosankan atau bahkan doa-doa yang kita panjatkan terasa tidak terdengar oleh Tuhan. Mungkin juga kita merasa sia-sia datang ke ibadah atau persekutuan.
Tetapi ketika kita tetap tekun melakukan semuanya itu, tanpa menghiraukan kejenuhan dan kelelahan yang kita rasakan, maka pada akhirnya kita akan menuai hasilnya.
Dengan tekun membina hubungan dengan Tuhan, maka kita sedang membangun kehidupan rohani yang kuat dan bertumbuh terus hingga pada akhirnya hidup kita akan menghasilkan buah pada waktunya. Hidup kita pasti akan menjadi berkat bagi orang lain. Kita akan terbentuk menjadi prajurit Tuhan yang kuat dan handal, yang siap menolong dan membantu setiap orang yang kesusahan atau sedang dalam masalah.
Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.” 1 Kor 15:58
Menjadi prajurit Yesus yang tangguh merupakan suatu hal yang luar biasa. Kita akan sanggup mematahkan segala tipu daya si iblis, memenangkan setiap masalah yang kita hadapi dan bahkan menjadi berkat bagi banyak orang.
Dengan memfokuskan kehidupan kita kepada Tuhan, mendisiplinkan diri di hadapanNya dan tekun membina hubungan denganNya, maka kita dapat menjadi prajurit yang tangguh bagi kemuliaan nama Yesus. Haleluya!
Tetapi TUHAN menyertai aku seperti pahlawan yang gagah, sebab itu orang-orang yang mengejar aku akan tersandung jatuh dan mereka tidak dapat berbuat apa-apa.” Yer 20:11
Tempalah mata bajakmu menjadi pedang dan pisau-pisau pemangkasmu menjadi tombak; baiklah orang yang tidak berdaya berkata: “Aku ini pahlawan!” ” Yoel 3:10

Read more...

Perlombaan Iman – Bag.2

19.49 0
(…Sambungan dari Perlombaan Iman – Bag.1)
 Bagaimana menjalani perlombaan/pertandingan ini ?
2. Kuasai diri dalam segala hal (1 Kor 9:25). Seorang olahragawan akan melatih fisiknya dengan berbagai macam latihan, seperti latihan fisik, latihan dasar, latihan teknik, angkat beban, lari, dll. Begitu banyak aspek yang harus dikembangkan jika sang olahragawan ingin memenangkan pertandingan.
Banyak aspek juga dalam kehidupan rohani kita, tidak hanya berdoa dan baca firman saja. Pujian penyembahan, cara-cara berdoa secara strategis, pelayanan terhadap orang yang membutuhkan bantuan, kunjungan, mendoakan orang sakit, bermain musik, memimpin pujian, membawakan firman Tuhan; tidak terlepas juga pekerjaan dan lingkungan, dimana kita harus menjadi saksi dan memberitakan firman, sharing/menguatkan teman, dan lain-lain.
Kehidupan rohani kita tidak akan berkembang hanya lewat doa dan membaca firmanNya saja. Iman tanpa perbuatan adalah mati.
Dalam kitab Roma 12:6-8 tertulis karunia-karunia melayani. Temukan karunia yang telah Tuhan berikan bagi kita masing-masing.
Jangan tanya apa yang bisa gereja berikan bagi kita, tetapi tanyalah apa yang bisa kita berikan.
3. Berlari dengan tujuan dan strategi (1 Kor 9:26). Ada strategi dalam setiap perlombaan, bahkan juga dalam latihan bagi sang olahragawan. Untuk mencapai peak-performance / kemampuan-puncak, diterapkan pola latihan khusus (seperti Training Centre) selama beberapa bulan atau bahkan tahunan. Mendekati lomba kuantitas latihan dikurangi, tetapi kualitas ditambah. Mental stress dipantau. Detak jantung diukur. Pola istirahat juga diperhatikan. Gizi juga harus seimbang. Pola ini diterapkan untuk mencapai satu tujuan: PEAK PERFORMANCE.
Segala sesuatu yang kita lakukan tentunya harus dengan tujuan yang jelas, dan strategi yang tepat. Segala sesuatu yang berlebih menjadi hal yang kurang bagus. Semuanya harus seimbang/ balance. Semua ada standard/ukurannya. Rasul Paulus mengatakan bahwa dia bukanlah “petinju yang sembarangan memukul”. Apakah yang telah tujuan Tuhan bagi hidup kita? Jalankanlah dengan meminta hikmat dariNya, agar apa yang kita lakukan tidak menjadi sia-sia.
4. Melatih tubuh dan menguasai seluruhnya, supaya jangan ditolak (1 Kor 9:27).
“Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang” (1Tim 4:8).
“Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus” (1Kor 11:1). Rasul Paulus berani untuk berkata supaya orang-orang dapat mengikuti teladannya, karena dia telah melatih tubuhnya. Dia telah mendisiplinkan hidupnya di dalam Tuhan. Sehingga apa yang dia lakukan, setiap langkah hidupnya, merupakan cerminan kehendak Tuhan.
Biarlah hidup kita memancarkan terang Kristus, sehingga dapat menjadi kesaksian bagi semua orang.
Marilah kita bersama-sama ikut dalam pertandingan iman yang telah Tuhan tetapkan dengan mata yang selalu tertuju kepadaNya, menguasai segala aspek kehidupan, tetap kepada tujuan dan menjalankannya dengan strategi yang tepat dan senantiasa memancarkan terang Kristus dalam tiap langkah hidup kita.

Read more...