Tampilkan postingan dengan label Renungan Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan Motivasi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 Mei 2017

MELAYANI TUHAN DENGAN TULUS

08.25 0
“Juga tidak pernah kami mencari pujian dari manusia, baik dari kamu, maupun dari orang-orang lain, sekalipun kami dapat berbuat demikian sebagai rasul-rasul Kristus". 
1 Tesalonika 2:6

Kata 'pelayanan' tidaklah asing di telinga setiap orang Kristen, bahkan hampir semua anak Tuhan kini sudah terlibat dalam pelayanan, tidak hanya melayani di gereja dimana mereka berjemaat, maupun di luar gereja. Ada juga yang sudah melangkah keluar menjangkau jiwa-jiwa yang tinggal didaerah-daerah; di desa terpencil, di lereng pegunungan atau pedalaman. Pertanyaannya : ”Apa yang menjadi motivasi kita sehingga kita rela berjerih lelah untuk pekerjaan Tuhan?”. 



Read more...

Rabu, 22 Oktober 2014

Sang Trending Topic Dunia

09.00 0
Baca       : Matius 21:7-11
Nats       : “Orang yang sangat besar jumlahnya menghamparkan pakainnya di jalan,... “ (Matius 21:8b)

Hari ini, jutaan masyarakat bahkan saya sendiri manyaksikan pelantikan Presiden Republik Indonesia yang ke-7 Jokowidodo dan wakil Presidennya.  Walaupun hanya lewat tv saya menyaksikan pelantikan Presiden RI yang ke-7 ini, saya bisa mersakan kemeriahan dan antusiasme masyarakat yang luar biasa akan presiden yang mereka cintai ini. 





Ya, mereka bahkan  harus berdesak-desakan untuk bisa melihat  sang Presiden lewat. Lihat saja ketika sang Presiden di arak dengan kerata kencana, masyarakat tak henti-hentinya untuk menyalaminya walaupun harus bersusah payah. Bahkan Pelantikan Presiden RI yang ke-7 ini menjadi Trending Topics di Media Social, TV Nasional dan Manca Negara bahkan masuk Museum Record Indonesia (muri), lihat saja di media social twitter #PresidenJokowi menjadi trending topic. 

Wouuw, sungguh luar biasa Presiden RI yang ke-7 ini begitu dekat dengan rakyatnya dan menjadi trending topic pada saat dia dilantik. Tapi tahukah bahwa 2000 tahun yang lalu ada satu pribadi yang menjadi trending topics dunia? Ya, satu pribadi itu adalah sang Raja segala Raja Yesus Kristus. Dan tahukah kita akan beberapa hal ketika Yesus menjadi trending topics pada saat itu??

Pertama : Ketika Yesus di lahirkan, pada saat Yesus dilahirkan di Yerusalem orang-orang majus dari timur datang untuk melihatnya dan pada zaman itu tidak sperti zaman sekarang yang begitu cepat  kita mendapatkan informasi walaupun tempatnya begitu jauh, “Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem.” Matius 2:1.  Bahkan Raja Herodes sendiri bersama seluruh Yerusalem terkejut mendengar berita kelahiran Yesus “Ketika raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem.” Matius 2:3 .  Bukankah kelahiran Yesus  menjadi trending topics pada saat Yesus dilahirkan bahkan seorang Herodespun sampai mencari-cari dimana bayi Yesus saat itu.

Kedua : Ketika Yesus dieluk-elukan di Yerusalem, saat Yesus bersama murid-muridNya memasuki Yerusalem ,  orang banyak datang menyonsong dan mengeluk-elukan Yesus merekapun menyebarkan  pakain mereka   dan mengahamburkan ranting-ranting dari pohon-pohon. “Orang banyak yang sangat besar jumlahnya menghamparkan pakaiannya di jalan, ada pula yang memotong ranting-ranting dari pohon-pohon dan menyebarkannya di jalan” Matius 2:8, Sungguh luarbiasa. 

Masih banyak lagi yang dilakukan Yesus yang menjadi trending topics dunia, untuk saya pribadi sendiri Ketika Yesus datang kedunia ini mempunyai tujuan “Untuk menyelamatkan umat manusia lewat pengorbananNya di kayu salib”.  

Lewat ayat bacaan hari ini saya sangat diberkati, menjadi Trending topics itu adalah suatu anugerah asalkan kita melakukan apa yang benar di hadapan Yesus.(DM)

JANGAN KITA MENJADI TRENDING TOPICS “KARENA HAL YANG BURUK” TAPI BUATLAH KITA MENJADI TRENDING TOPICS “AKAN HAL-HAL YANG BENAR”.

Read more...

Jumat, 04 November 2011

Semua ini salah siapa?

19.35 0

Bacaan: 



Astri hanya bisa menangis mengingat perlakuan Evan yang lama-lama udah diluar batas. Di dalam kamarnya yang tertata manis, Astri tersedu-sedu, tak kuasa menata hatinya semanis dia mampu menata kamarnya. Berbagai macam perasaan berkecamuk di dalam hatinya, tapi yang paling jelas adalah perasaan menyesal namun tak berdaya mengubah keadaan itu.

Saat itu malam minggu, Evan mengajaknya puter-puter kota dengan motor kebanggaannya. Tiba-tiba Evan meminggirkan motornya di sebuah taman yang sudah tidak terawat. Mulanya mereka ngobrol biasa, tentang hidup, masa depan, dsb. Malam seakan mengantar mereka pada suasana yang belum pernah Astri rasakan. Evan memeluk dan mencium Astri dengan lembut. Namun sesaat kemudian Astri merasakan tangan Evan mulai bergerilya di tubuhnya, namun dia nggak bisa menolak. Astri nggak berani berbohong kalau sebetulnya dia pun menikmati sensasi yang baru pertama kali ini dirasakannya.

Beberapa menit kemudian barulah Astri menyadari kesalahannya. Astri buru-buru menepis tangan Evan dan sambil menangis minta diantar pulang. Evan seakan juga tersadar, “Mma…maafkan aku, Sayang!! Aku…aku…lupa diri…” Setelah lama dibujuk, akhirnya Astri memaafkan juga. Astri sadar, itu semua nggak murni kesalahan Evan. Kalau saja Astri tegas menolak, pasti nggak akan berlanjut.
Hari berganti hari Evan kembali mengulangi perbuatannya. Dan bodohnya, Astri pun memaafkan setelah Evan dengan meyakinkannya berjanji nggak akan mengulangi perbuatan itu. Kejadian seperti itu nggak sekali-dua kali aja, bahkan sekarang hampir setiap kali mereka bertemu mereka melakukan perbuatan yang nggak sopan itu. Emang sih, nggak sampai ML (Making Love). Awalnya. Sebelum kejadian sore ini terjadi.

Saat mereka berdua sedang nonton film romantis di rumah Evan yang kebetulan sedang sepi, akhirnya mereka pun jatuh dalam dosa perzinahan. Mereka menyesal, tapi sayangnya sudah terlambat!
Semua ini salah mereka! Cowok nafsunya lebih gede. Mereka pintar merayu, membujuk dan kalau perlu memaksa. Tenaga mereka jauh lebih kuat daripada kita para cewek. Hei...hei...hei... Wait a minute! Apa bener 100% salah mereka? Ternyata kaum kita pun ikut andil kesalahan ini ketika:

  • Kita nggak tegas berkata "tidak" Bagi cowok, selama mereka masih "sedikit" diijinkan mereka akan memanfaatkan sedikit kesempatan itu sebaik-baiknya. Makanya kita harus bisa tegas, say "NO" by doing it! Berkata tidak artinya nggak mau diajak berduaan di tempat sepi, nggak memancing keadaan (misalnya dengan sengaja berbaju seksi), nggak memberi toleransi untuk kesempatan ke2, ke3, ke4, dst... Kalo kita bilang "nggak" tapi tanpa tindakan tegas dan nyata, yah... sama juga boong deh! Kalo emang doi terus memaksa, jangan ragu untuk putus. Nggak akan rugi, kok!

  • Kita terlalu berani mengambil resiko Bermain air basah, bermain api hangus! Cewek yang berani ambil resiko pacaran yang nyerempet bahaya berarti udah siap menanggung resiko terburuknya. Jangan pernah merasa diri kuat, bisa ngerem mendadak, or bisa ngasih tau pacar kamu. Di saat lagi hot, siapa sih yang akan bisa mikir jernih? Kalo pun kamu merasa bisa ngerem mendadak, apa iya si doi juga bisa begitu?

  • Kita terkecoh dengan penampilan luarnya Salah banget kalo kita beranggapan mereka yang udah rajin ke gereja, aktif pelayanan, dsb nggak akan mungkin jatuh dalam dosa yang satu ini. Pacaran seiman masih tetap wajib waspada 'n selalu menjaga diri.

  • Kita mulai ikut menikmatinya Wah, kalo udah begini lebih repot! Dosa emang enak dilakukan, tapi nggak enak ditanggung akibatnya. Jangan biarkan diri kita dikuasai hawa nafsu! Kita harus menyadari dan mengakui bahwa kita telah melakukan hal yang salah dan segeralah bertobat selagi masih ada kesempatan!


Read more...

Penatalayan

19.31 0

Bacaan: Matius 25:14-30



Gue udah lama pengen punya tas LV. Enggak aneh donk kalo gue rela menghabiskan seluruh tabungan demi tas keren ini. Kita pengen, kita beli. Itulah prinsip yang kita pegang selama ini. Bukankah kita udah bekerja keras dengan keringat sendiri untuk ngumpulin duit itu? Well, girls... kalo itu yang selama ini kita pikirkan, sekarang saatnya kita ganti mindset yang keliru ini.


First of all, segala yang ada di tangan kita bukanlah milik kita. Bumi dan segenap isinya ini adalah milik Tuhan. Itu termasuk gaji yang kita hasilkan, juga termasuk nafas dan denyut jantung kita. Semuanya adalah milik Tuhan. Apalagi sebagai umat percaya, kita bukanlah milik kita lagi - kita milik Kristus yang telah menebus kita dari kematian. Jadi, ingat baik-baik bahwa segala yang kita nikmati saat ini bukanlah milik dan hak kita.

Secondly, Alkitab berkata bahwa kita adalah penatalayan alias pengelola dari milik Allah. Kalo kita punya pegawai alias pengelola, dan dia dengan seenak perutnya memakai uang kita sesuai keinginannya - apa yang akan kita lakukan? Tentu saja kita akan pecat dia dan menuntutnya mengembalikan duit yang sudah dipakainya untuk berhura-hura itu. Jadi, kalo kita adalah pengelola - jangan sekali-kali bersikap semau gue dalam mengatur keuangan. Uang yang ada di dompet kita adalah milik Tuhan yang kelak harus dipertanggung jawabkan penggunaannya.

Third, orang yang bijak mengatur milik Tuhan akan mendapatkan upah. Upah yang kita terima bukan hanya akan kita dapatkan di sorga kelak. Hasil dari pengelolaan keuangan yang bijaksana juga akan membuat hidup kita merasakan berkat Tuhan yang luar biasa. Bukankah hidup tanpa hutang adalah hidup yang nyaman yang diidamkan semua orang? Kalau keuangan kita sehat, kita bisa memberi dan menolong orang lain, menabung, berinvestasi dan hidup dengan layak.
So, belajar mengatur keuangan adalah PR kita bersama. Percayalah bahwa mengatur keuangan, sama mulianya dengan menjaga kekudusan hidup kita. Muliakanlah Tuhan dengan harta benda yang dipercayakan-Nya kepadamu.

sumber :http://www.renungan-spirit.com/mudaremaja/penatalayan.html

Read more...

Stop Complaining!

19.30 0


Bacaan: Bilangan 14:1-38



Barangkali manusia bisa disebut sebagai makhluk tukang komplain. Yang diberi warna rambut hitam pengennya punya rambut pirang. Yang keriting pengen lurus sedangkan yang lurus pengen keriting. Yang gemuk pengen lebih kurus, yang kurus pengen lebih gemuk. Yang miskin pengen kaya raya. Yang bergelimang harta pengen hidup sederhana asal bahagia. Kalo hujan pengen cuaca cerah, kalo lama enggak turun hujan juga mengeluh. Persis seperti gambaran orang Israel yang terus menerus mengeluh selama perjalanannya menuju ke Kanaan.

Kalo dipikir-pikir, bukankah seharusnya mereka menjadi bangsa yang paling berbahagia karena bisa melihat penyertaan Tuhan dengan cara yang ajaib setiap hari? Mereka melihat dengan mata kepala sendiri tiang awan dan tiang api memimpin barisan mereka. Mereka melihat laut Teberau terbelah, mencicipi roti dari Sorga, mendapatkan air saat kehausan, makan buah korma saat kelelahan, bahkan makan daging di tengah padang gurun! Tuhan membuat pakaian dan kasut mereka tidak pernah rusak selama perjalanan panjang itu. Berulang kali bahkan Tuhan Allah sendiri menemui mereka di tengah perkemahan atau di atas gunung yang ditunjuk Tuhan. Mereka memiliki Tuhan Sang empunya langit dan bumi, bukankah itu sudah lebih dari cukup? Tapi yang dilakukan mereka adalah persis seperti yang kita lakukan setiap hari. Mengomel, mengeluh, menggerutu ketika sesuatu tidak berjalan sesuai keinginan kita. Secara mata mereka melihat penyertaan Tuhan, namun tidak mampu melihat kebaikan Tuhan.

Girls, sadarkah kita bahwa complaining adalah dosa? Menggerutu, mengeluh, protes dan mengomel adalah bentuk pemberontakan kita atas kehendak Allah. Bilangan 14:11 TB-LAI memakai istilah “menista”. Terj. NIV menyebutnya “provoke”, AV = “reject”, dan BIS = “melawan”. Berarti di mata Tuhan, ketika kita mengeluh, hal itu sama dengan menghasut, menolak, bahkan melawan Tuhan. Itulah sebabnya, hukuman bagi si tukang complain tidak tanggung-tanggung. Tuhan melakukan kepada mereka tepat seperti apa yang mereka keluhkan. So, masih berani anggap enteng complaining?

Read more...

In Charge

19.29 0

Bacaan: Efesus 5:18-19

Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh,- Efesus 5:18


Seorang anak kecil bertanya pada ayahnya,"Papa, seberapa besar sih Tuhan itu?" Ayahnya dengan bijaksana menjawab,"Tergantung seberapa besar kamu menyediakan tempat untuk-Nya, nak." Yup, bener banget! Seberapa besar peranan Allah dalam hidup kita memang sangat tergantung pada seberapa besar kita memberi-Nya bagian untuk berperan.

Apakah kuasa Roh Kudus besar ato kecil sangat tergantung pada tempat yang kita sediakan untuk-Nya. Kuasa Roh Kudus bisa bekerja amat dahsyat ketika kita mempersilakan Roh Kudus menguasai kehidupan kita sepenuhnya. Tapi kuasa Roh Kudus juga bisa nampak kecil bahkan seolah-olah nggak ada, kalau kita nggak memberi-Nya tempat untuk berperan dalam hidup kita.

Tapi sayangnya memberi wewenang kepada Roh Kudus untuk berkuasa atas hidup ini ternyata nggak mudah. Kita lebih suka mengatur apa-apa sendiri, mengikuti selera, mood, kehendak dan pikiran kita sendiri. Padahal seluruh keinginan kita selalu ingin menjauh dari Allah dan tenggelam dalam dosa. Sementara, kalo kita harus nurutin kata Roh Kudus, seringkali susah karena harus berkorban untuk taat. Saat hati sedang marah dan jengkel, kita harus menguasai diri untuk nggak menyakiti apalagi membalas dendam. Saat kita pengennya nurutin hawa nafsu, tapi harus belajar untuk mengendalikan hawa nafsu dan kesukaan kita.

Seandainya kita mau hidup dikuasai sepenuhnya oleh Roh Kudus, tentu hidup kita jadi berubah. Hidup ini akan jadi sangat indah. Kerajaan Allah hadir dalam kehidupan kita dan pekerjaan Tuhan dinyatakan melalui hidup kita. Masalahnya, apakah kita mau memberikan tempat bagi Roh Kudus dalam hidup kita? Tuhan ingin kita dipenuhi Roh Kudus-Nya setiap hari. Maukah kamu memberi-Nya tempat dalam hidupmu mulai hari ini?


Read more...

Sukses Sejati

19.24 0


Bacaan: Galatia 2:19-20 



Sukses, itulah kata yang paling didambakan orang. Kita pengen bisa jadi orang yang sukses. Sukses seperti apa yang kita inginkan? Orang menyebut mereka - yang tinggal di kawasan elite, yang mengendarai mobil mewah dan yang bekerja di perusahaan ternama - sebagai orang sukses. Orang menyebut para selebriti yang berhasil menjadi artis beken dan meraup keuntungan besar dari popularitas mereka, adalah orang sukses. Lalu siapa lagi? Para motivator yang saat ini tengah naik daun, yang sekali bicara bisa mengantongi ratusan juta rupiah? Para eksekutif muda yang karirnya melesat seperti roket?

Bukankah mereka-mereka ini yang seringkali kita anggap sebagai orang sukses? Kesuksesan bagi dunia memang erat kaitannya dengan jumlah harta yang dimiliki seseorang. Ini seolah mengesankan jangan harap dianggap sukses kalo hidup kita serba pas-pasan. Tanpa bersikap anti terhadap kekayaan, mari kita tilik kembali apa kata Alkitab tentang kesuksesan. Yesus adalah teladan kesuksesan sejati. Apa yang dilakukan oleh Tuhan Yesus tidak bisa dibilang gagal. Bahkan Bapa memuji dan memberinya kedudukan, nama di atas segala nama dan seluruh bumi harus sujud kepada-Nya.

Yesus disebut sukses bukan karena Dia sukses menjadi tukang kayu ternama. Bukan pula karena Dia mengumpulkan harta yang bisa diwariskan sampai tujuh turunan. Keberhasilan-Nya adalah Dia berhasil menuntaskan misi-Nya di dunia, mati di atas kayu salib menebus dosa manusia. Yesus menyelesaikan tugas yang diberikan Bapa-Nya dengan baik. Jadi, kesuksesan manusia yang sesungguhnya adalah ketika kita bisa menuntaskan apa yang Bapa tugaskan kepada kita.

Kesuksesan sejati adalah ketika kita hidup memuliakan Dia. Jadi, kalo hari ini kita berencana nyontek demi mendapatkan nilai bagus, menjatuhkan nama baik rekan sekerja demi memperebutkan posisi, menyerahkan prinsip hidup kita demi kenaikan jabatan, kompromi terhadap dosa demi uang,... gagalkan rencana jahat itu. Kesuksesan kita bukan berdasar apa kata dunia, tapi apa kata Tuhan tentang kita. Jangan sia-siakan hidup ini untuk mengejar hal yang fana. Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu
Read more...

Kerja dan Spiritualitas

18.57 0
Kerja Dan Spiritualitas Kisah Para Rasul 9:39"...sambil menangis mereka menunjukkan kepadanya semua baju dan pakaian, yang dibuat Dorkas waktu ia masih hidup"

Sadarkah kita jika ternyata ada hubungan antara kualitas kerja dan kehidupan spiritualitas kita?

"Aku melakukan yang terbaik dari yang aku tahu, terbaik dari yang aku bisa, dan aku tetap akan melakukannya sampai akhir. Jika akhirnya ternyata aku benar, apa pun yang dikatakan lawan tentang aku tidak akan berarti apa-apa. Jika akhirnya ternyata aku salah, meskipun sepuluh malaikat bersumpah mengatakan aku benar pun tidak ada artinya," ucap Abraham Lincoln.

Kualitas kerja kita mencerminkan kualitas hidup spiritualitas kita. Artinya, pekerjaan yang kacau tidak mempermuliakan Allah. Kredibilitas kita sebagai orang Kristen ditunjukkan oleh bagaimana kita bertingkah laku dalam pekerjaan dan dalam keseharian kita.
Sebagai orang Kristen, kita tidak dipanggil untuk sekadar menjadi lebih baik dari orang lain, tetapimemberikan yang terbaik bagi Allah. Itulah yang mendorong kita untuk bekerja giat dan berprestasi. Dengan demikian, ketika kita berprestasi atau sukses, kita tidak menjadi sombong. Kita lebih menghayatinya semata-mata sebagai karunia Allah. Sebaliknya, jika kita tidak menonjol di tempat kerja, kita tetap dapat bersyukur karena telah memberikan yang terbaik.

Marilah kita menunjukkan kualitas kita yang terbaik agar nama Allah semakin dipermuliakan!

Orang yang bermalas-malas dalam pekerjaannya sudah menjadi saudara si perusak. ~Amsal 18:9~


Read more...